Senin, 08 Mei 2017

Raw Denim Sebagai Pandangan Gaya Hidup Masa Kini Bab 3

BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
          Raw Denim adalah suatu bahan dalam pembuatan celana jeans yang pada jaman ini mulai disukai bagi anak muda, terutama laki-laki. Celana jeans mulai dibuat pada tahun 1873 oleh Jacob Davis dan Levi Strauss. Raw Denim berbeda dengan denim biasa. Perbedaannya terletak pada proses pencuciannya. Jika denim biasa sudah dicuci sebelum dijual, maka raw denim tidak melalui proses pencucian terlebih dahulu. Keistimewaannya inilah yang membuat anak muda jaman sekarang mulai menyukai raw denim. Celana seperti ini mulai dikenal masyarakat luas ketika para pekerja tambang di Amerika Serikat mulai memakainya karena celana jeans tidak mudah sobek dan awet. Meskipun bahannya berbeda, cara perawatan raw denim tetap mudah. Sekarang, sudah banyak yang mengerti dan dapat merawat raw denim dengan baik dan benar. Hal ini memberikan rasa kepuasan tersendiri bagi penggunanya dikarenakan hasil yang akan muncul butuh proses yang memakan banyak waktu. Oleh karena itu, effective wear (pemakaian teratur) sangat dianjurkan bagi yang ingin memunculkan hasil fading lebih cepat. Pemakaian seperti menggunakan raw denim ketika bersepeda juga akan memunculkan hasil yang diinginkan. Hal inilah yang ditunggu-tunggu bagi pecinta denim. Jadi, dapat disimpulkan bahwa celana jeans dengan bahan raw denim pada era modern ini menjadi tren karena keistimewaannya dibandingkan dengan celana jeans biasa.
3.2. Saran
1. Untuk Peneliti
Pada karya tulis ini, sebagai manusia biasa, maka penulis juga membuat beberapa kesalahan maupun kekurangan dalam penulisan karya tulis. Dari semua bahan pembahasan yang dicantumkan penulis, kebanyakan materi bersumber dari forum di internet sehingga beberapa materi mungkin diragukan kebenarannya. Penulis mengambil banyak sumber dari internet karena saat ini berdasarkan penelitian penulis, buku-buku yang membahas raw denim masih sulit ditemukan, bahkan tidak ada. Oleh karena itu, sekali lagi penulis meminta maaf jika info yang didapat diragukan kebenarannya.
2. Untuk Pembaca
          Bagi para pembaca yang masih asing dengan materi yang dibawakan penulis dalam karya tulis ini mungkin akan merasa tidak mengerti/kurang paham ketika penulis menyampaikan materi. Topik yang dibahas penulis memang tidak terlalu booming/mendunia, sehingga membutuhkan kecermatan dalam membaca atau menyimak materi yang dibahas.
 3. Untuk Peneliti Lain
Bagi peneliti lain yang ingin meneliti tema tentang raw denim, diharapkan untuk dapat mencari sumber lebih banyak, selain dari internet juga harus dari buku.


Raw Denim Sebagai Pandangan Gaya Hidup Masa Kini Bab 2

BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Definisi Denim
Menurut situs darahkubiru.com, denim adalah suatu bahan yang digunakan dalam pembuatan celana jeans. Menurut Nizar Hakim, denim adalah bahan pembuatan celana jeans. Sedangkan menurut Respati Hafidz, denim adalah jenis bahan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa denim merupakan jenis bahan yang digunakan dalam pembuatan celana jeans.
     2.2. Sejarah dan Perkembangan Denim
Denim pertama kali diciptakan tahun 1560 di suatu kota di Italia, yaitu Genoa. Istilah denim sendiri berasal dari sebuah kota di Prancis yaitu serge de nimes, yang di kemudian hari disingkat menjadi de nimes atau denim. Denim terbuat dari kain katun kuat yang biasa disebut kain katun twill dalam pembuatan celana jeans.  Bahan denim pada awalnya digunakan untuk membuat celana untuk Angkatan Laut Italia karena dapat digunakan dalam keadaan basah atau kering. Celana ini pada awalnya dinamai Genoese (yang kemudian dilafalkan menjadi jeans) yang berarti pelaut berpakaian biru. Pakaian biru yang dimaksud tersebut adalah celana jeans. Pada abad 18 awal, celana jeans mulai diproduksi untuk masyarakat Genoa dan menjadi terkenal. Tren pemakaian celana jeans ini kemudian menyebar luas ke

Prancis. Hingga akhirnya, pada tahun 1853 celana jeans memasuki Amerika. Levi Strauss adalah orang pertama yang memperkenalkan celana jeans kepada pekerja tambang di Amerika Serikat. Pada tahun 1873 Levi Strauss mendirikan perusahaan pemroduksi celana jeans komersial pertama di dunia, yaitu Levi’s, setelah ia bekerjasama dengan seorang pengusaha bernama Jacob Davis dan berhasil mendapatkan hak patennya. Levi Strauss bersama temannya, yaitu Jacob Davis kemudian membuat sebuah inovasi baru, yaitu paku tambahan yang dikenal dengan sebutan rivets agar pekerja tambang tidak perlu khawatir saku celananya sobek ketika bekerja. Celana ini kemudian menjadi favorit masyarakat karena kuat dan awet. Desain produk pertama keluaran Levi’s ini dinamai Levi’s 501. Sejak saat itu, celana jeans mulai terkenal. Celana jeans semakin melambung namanya pada tahun 1930 setelah film-film koboi Amerika menggunakan celana jeans sebagai pakaian pemeran-pemerannya. Ketenaran celana jeans semakin memuncak ketika aktor lawas Amerika Serikat, James Dean, memakainya. Hingga akhirnya, sejak 1960 produk-produk lain mulai bermunculan. Produk-produk yang muncul setelah Levi’s yaitu Calvin Klein, Lee dan Wrangler.Pada tahun 1970, celana jeans sudah hadir dengan berbagai kreasi tambahan, sepeti tambahan manik-manik ataupun dicat. Meskipun celana jeans sempat kurang populer pada 1990-an, celana jeans dapat kembali terkenal dengan berbagai inovasi baru. Salah satunya adalah munculnya raw denim. Menurut situs darahkubiru.com, raw denim adalah bahan denim yang belum mendapatkan post-treatment, dalam hal ini yaitu denim yang baru selesai dibuat langsung dijual. Perbedaan raw denim dengan denim biasa dapat dilihat dari warnanya, yaitu warnanya yang lebih gelap dibandingkan dengan denim biasa. Raw juga akan menimbulkan hasil-hasil pemakaian yang disebut creases. Sebelum membahas creases, bagian-bagian pada raw denim sangat penting untuk diketahui.
2.3. Jenis- Jenis Celana Jeans
1. Washed Denim
Perbedaan Jeans dan Denim, Serta Penjelasan Lengkapnya
Gambar 2.3.1
Sumber: blueinc.co.uk
          Washed denim adalah celana jeans yang sudah dicuci ketika proses produksi. Celana inilah yang biasanya dijual di toko-toko. Washed denim memiliki ciri-ciri yaitu warnanya yang lebih terang dibandingkan dengan raw denim, dan juga tekstur dari bahannya halus. Celana seperti ini juga tidak mudah memudar, sehingga dapat dicuci berkali-kali tanpa menimbulkan efek lain.
2. Prewashed Denim
Perbedaan Jeans dan Denim, Serta Penjelasan Lengkapnya
Gambar 2.3.2
Sumber: psychOomantis.wordpress.com
          Washed denim dengan prewashed denim ini sekilas terlihat tidak jauh berbeda. Perbedaan kedua jenis denim ini terletak pada bagian-bagian tertentu dari prewashed denim yang warnanya lebih terang dari bagian yang lain.
3. Selvedge Denim
Perbedaan Jeans dan Denim, Serta Penjelasan Lengkapnya
Gambar 2.3.3
Sumber: rokotovfainberg.com
          Selvedge adalah jahitan putih yang gunanya melindungi ujung kain agar tidak terlepas-lepas. Dahulu, selvedge denim hanya dapat dijahit menggunakan suatu mesin shuttle loom yang sudah tua sehingga harganya cukup mahal pada saat itu. Saat ini, sudah banyak mesin yang juga dapat menjahit selvedge denim sehingga harganya lebih murah dibandingkan dengan harga pada jaman dahulu. Warna jahitan dari selvedge ini juga beragam, mulai dari merah, biru, hijau, dll. Jika selvedge pada raw denim dijahit dengan jahitan berwarna merah maka disebut red selvedge line. Begitu pula jika menggunakan jahitan berwarna hijau, maka dikategorikan green line selvedge. Selvedge denim memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan dengan raw denim biasa karena proses pembuatannya yang membutuhkan waktu lebih lama. Oleh karena itu, selvedge denim memiliki nama lain yaitu premium denim karena kualitasnya tersebut. Setelah mengetahui bagian dan jenis-jenis celana jeans, kita juga perlu mengetahui spesifikasi jeans agar tidak salah dalam memilih dan membeli.
4. Raw Denim
Perbedaan Jeans dan Denim, Serta Penjelasan Lengkapnya
Gambar 2.3.4
Sumber: rawrdenim.com
          Raw denim adalah produk celana jeans yang setelah selesai dijahit langsung dijual tanpa melalui proses pencucian terlebih dahulu. Menurut situs heddels.com, terdapat 2 macam raw denim yaitu sanforized dan unsanforized. Pada jenis celana jeans sanforized, celana yang akan dijual sudah melalui proses sanforisasi yang membuat celana jeans ukurannya tetap sama seperti pertama dibeli. Pada jenis celana jeans unsanforized, celana yang akan dijual tidak melalui proses sanforisasi, sehingga ukuran dari celana tersebut dapat mengecil jika direndam di dalam air hangat. Proses penyesuaian ukuran celana jeans unsanforized dengan direndam ini disebut proses insoak. Raw denim memiliki ciri-ciri khusus, yaitu warnanya yang lebih gelap dibandingkan dengan denim biasa, warnanya yang bisa memudar/ fading seiring dengan waktu, dan tekstur bahan yang terasa kaku/ kasar. Berbagai produk raw denim saat ini sudah banyak tersedia di Indonesia. Karena raw denim memiliki ciri-ciri khusus tersebut, harganya lebih mahal dibandigkan denim biasa. Tetapi hasil yang didapatkan akan membuat penggunanya merasa puas dan sepadan dengan harga yang dikeluarkan. Raw denim saat ini diproduksi mulai dari berat 10-32 oz. Tentunya dari setiap berat tersebut harga yang ditawarkan berbeda di setiap beratnya.




2.4. Bagian- Bagian Pada Raw Denim
1. Rivets
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWby1Jj1R2gTw0EBK2bIctpu9OMpM_RFwVCRmnzNvLUandn3VPmL29x49gKL9-usAD7mzcruXTBBaA0UcqYCc2BNM133RaY36MewqaJCv_6tKLb9J-qJs6LilsFakkzoJg9UGjjtKs3-g/s1600/rivets+jeans.jpg
Gambar 2.4.1
Sumber: long-john.nl
          Rivets adalah komponen kecil seperti paku yang bersifat menyatukan celana jeans agar tidak terlepas saat dipakai. Bagian ini juga berfungsi mengurangi kemungkinan terjadinya robekan di bagian-bagian tertentu. Bagian rivets ini dapat ditemukan di saku belakang dan saku depan. Bagian ini pada awalnya ditemukan oleh Levi Strauss dan temannya, Jacob Davis, agar para pekerja pada saat itu yang memakai celana jeans tidak khawatir saku celananya sobek karena telah ditambahkan paku tambahan yang disebut rivets.
2. Chainstitch/ Jahitan Rantai
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSOIcY3VXy1BbSG5EoGX__C5EpPzGFGzUcVN5ppftki7608vv_Kb5JhmC0ZZhYX0v11FSf8jp3KYt4GtSC4bNOhDK0MHajv5nAOr1IHThJlAHrpQhmlzgPNba4dAEQWI3pD_XvHI5OxHI/s1600/jahitan+rantai.jpg
Gambar 2.4.2
Sumber: nudiejeans.com
           Bagian ini berupa tali yang dapat ditemukan di bagian leg opening, yaitu bagian bawah dari celana jeans. Terdapat dua tipe jahitan ini, yaitu jahitan biasa dan jahitan rantai. Perbedaannya adalah pada jahitan rantai lebih kuat dibandingkan jahitan biasa
3. Arcuate
http://www.darahkubiru.com/wp-content/uploads/2010/06/backpocketstyle.jpg
Gambar 2.4.3
Sumber: darahkubiru.com
          Arcuate menurut bahasa artinya lengkungan. Meskipun sekilas hanyalah sebuah lengkungan, arcuate ini fungsinya cukup penting, yaitu pemberi motif pembeda pada setiap celana jeans. Arcuate ini juga memiliki hak paten dari tiap perusahaannya, sehingga jika ada produk lain yang meniru, maka produk tersebut dapat dituntut secara hukum. Contoh diatas adalah motif arcuate dari produk Lee.
4. Leather Patch
Image result for leather patch denim
Gambar 2.4.4
          Leather patch adalah bagian pada raw denim yang terbuat dari kulit dan letaknya ada di bagian belakang setiap celana jeans. Seperti arcuate, leather patch berfungsi sebagai pembeda antara satu produk dengan produk lainnya karena setiap produk memiliki desain leather patch yang berbeda. Dilihat dari gambar 2.3.4, dapat diketahui bahwa celana tersebut merupakan produk dari Iron Heart, begitu juga dengan produk-produk lain.
2.5. Spesifikasi Denim
1. Twill
Perbedaan Jeans dan Denim, Serta Penjelasan Lengkapnya
Gambar 2.5.1
Sumber: tuckshoprail.com
          Twill adalah alur jahitan yang terdapat dalam celana jeans. Jika denim dijahit dari kanan atas ke kiri bawah, maka disebut Right Hand Twill (RHT). Jika denim dijahit dari kiri atas ke kanan bawah, maka disebut Left Hand Twill (LHT). Jika denim dijahit dengan pola zigzag maka disebut Broken Twill. Pada jenis jahitan Broken Twill, kemungkinan terjadinya leg twist (bagian celana jeans sedikit terputar ke arah dalam) akan berkurang sehingga menambah efek nyaman dalam memakai celana jeans.
2. Oz
          Oz adalah ukuran ketebalan dalam kain denim. Semakin berat dan tebal kainnya, maka harganya semakin mahal. Saat ini, celana jeans terberat yang pernah dibuat yaitu celana jeans buatan produk Naked&Famous yang beratnya 32 oz atau sekitar 3,2 kg. Karena celana jeans tersebut sangatlah berat dan kaku, maka celana tersebut dapat berdiri tanpa bantuan apapun. Harganya pun mahal karena hanya dibuat sebanyak 100 pasang dengan warna biru dan 50 pasang dengan warna hitam. Selain mahal, memakai jeans dengan berat 3,2 kg tentunya juga tidak nyaman karena bahannya yang kaku. Tetapi, creases yang muncul setelah dipakai akan lebih cepat terbentuk daripada celana jeans dengan kategori mediumweight, yaitu sekitar 12-16 oz


2.6. Hasil- hasil Pemakaian Raw Denim
1. Whiskers
Whiskers adalah pola garis-garis yang terbentuk di bagian paha dan berwarna putih          kebiruan. Pola ini berbentuk garis-garis seperti kumis kucing, sehingga disebut whiskers. Hasil ini dapat terjadi jika sering digunakan untuk duduk sembari beraktivitas,seperti contoh: bersepeda, mengendarai motor.
2. Knee Fade
          Knee fade adalah hasil pemakaian raw denim yang berupa memudarnya warna di bagian sekitar lutut dan polanya berbentuk lingkaran berwarna putih kebiruan. Jika digunakan untuk kegiatan yang lebih berat, seperti mendaki gunung dapat membuat bagian pada lutut ini sobek. Bagian yang sobek ini dapat dijahit ataupun dibiarkan untuk menampilkan kesan vintage yaitu kesan mengenai suatu benda yang terlihat sudah usang.
3. Stack Fade
          Stack fade adalah hasil pemakaian raw denim yang terdapat pada bagian bawah dari celana jeans. Stack fade tidak selalu ditemui pada setiap pemakai raw denim, karena     hasil pemakaian ini hanya dapat muncul jika celana jeans tidak digulung. Hasil pemakaian ini membentuk pola seperti tangga sehingga disebut stack. Seperti hasil pemakaian lainnya, pola ini berwarna putih kebiruan.
4. Honeycomb
          Seperti namanya, honeycomb adalah hasil pemakaian raw denim yang berbentuk seperti sarang lebah (lingkaran-lingkaran kecil) dan terdapat di bagian belakang lutut. Pola         ini berwarna putih kebiruan. Untuk mendapat hasil maksimal dalam membentuk        honeycomb, disarankan untuk melakukan aktivitas yang banyak menggunakan kaki,         seperti bersepeda, mendaki gunung.
5. Pocket Fade
          Pocket fade adalah hasil pemakaian raw denim yang berbentuk kotak menyerupai   dompet yang diletakkan di saku belakang celana jeans. Seperti stack fade, pocket fade tidak selalu ditemui di setiap pengguna raw denim karena untuk mendapatkan hasil ini, diharuskan untuk meletakkan dompet di saku belakang celana setiap waktu, bahkan saat dijemur. Proses ini adalah proses yang cukup rumit dalam mendapatkan hasilnya, karena rasanya yang tidak nyaman ketika memakai celana jeans setiap waktu.
6. Roping Effect
          Roping effect adalah hasil pemakaian raw denim yang terletak di bagian lipatan bawah celana jeans. Roping effect dapat dengan mudah ditemukan pada prewashed/washed denim tetapi pada raw denim, roping effect dapat muncul setelah digunakan dalam jangka waktu yang lama. Hal ini terjadi karena raw denim masih berwarna sangat biru sedangkan pada prewashed/washed denim warna biru aslinya sudah memudar.
2.7. Cara Merawat Raw Denim yang Baik dan Benar
Perawatan raw denim sangatlah penting. Hal ini dikarenakan merawat raw denim akan membuat raw denim lebih awet dan dapat dipakai bertahun-tahun. Meskipun sekilas terlihat sama, merawat raw denim dengan denim biasa cukup berbeda. Jika kita ingin memunculkan hasil istimewa seperti fading dan creases, maka kita harus sabar. Hasil seperti ini tidak akan muncul dalam waktu yang cepat. Butuh berhari-hari, bahkan berbulan-bulan untuk menciptakan hasil yang terlihat bagus. Jika kita ingin memunculkan hasil istimewa, kita harus menggunakan celana jeans yang kita punya sehari-hari (effective wear). Kita dapat memakainya untuk bersepeda, jalan-jalan, ataupun mendaki gunung.
          Karena tekstur bahannya yang kasar dan kaku, kita tidak perlu takut dalam memakai raw denim. Biasanya para pengguna akan merasa tidak nyaman ketika memakainya untuk bersepeda untuk pertama kalinya. Tetapi, jika sudah terbiasa memakainya, maka tidak akan menjadi masalah bagi penggunanya, misalnya ketika dipakai untuk bersepeda atau mendaki gunung. Raw denim juga tidak perlu dicuci setiap kali selesai dipakai, karena hal ini akan merusak hasil fading yang akan muncul. Tidak perlu khawatir jika raw denim belum dicuci berbulan-bulan, kecuali jika celana yang dipakai sudah menimbulkan rasa gatal-gatal pada kulit. Jika rasa gatal sudah muncul, maka jeans yang kita pakai sebaiknya dicuci karena jeans yang menimbulkan gatal mengandung jamur yang bahaya untuk kulit.
          Tidak ada periode pencucian raw denim yang benar karena raw denim akan dicuci jika memang dirasa sudah tidak nyaman dipakai. Ada dua cara dalam membersihkan raw denim, yaitu Soak dan Wash. Soak adalah proses membersihkan raw denim dengan cara merendam jeans di dalam air hangat selama beberapa jam. Kelebihan proses ini yaitu soak tidak akan memakan waktu cukup lama, sekitar 2-4 jam saja. Tetapi, kotoran yang menempel tidak akan seluruhnya terlepas, karena jeans hanya direndam, tidak disikat. Wash adalah cara lain dalam membersihkan raw denim. Melakukan wash sama seperti mencuci baju ataupun celana lainnya, karena tujuan utama dalam soak adalah menghilangkan seluruh kotoran yang menempel di jeans. Tetapi, proses wash ini memakan waktu yang lebih lama dan akan membuat tekstur permukaan raw denim menjadi lebih halus. Ketika permukaannya menjadi halus, maka creases yang diinginkan akan muncul dalam waktu yang lebih lama.
          Terdapat juga satu cara unik dalam merawat raw denim, yaitu seawash. Seawash adalah proses pencucian jeans dengan menggunakan pasir pantai dan air laut. Sebenarnya, seawash tidak benar-benar membersihkan jeans, malah membuat jeans menjadi lebih kotor karena pasir yang menempel. Tetapi, raw denim akan lebih cepat memudar karena gesekan ketika melumuri pasir ke jeans akan membuat sebagian indigo luntur (indigo loss). Jika ingin melakukan seawash, sebaiknya hasil creases seperti honeycombs dan whiskers sudah kuat munculnya. Selain itu, disarankan wash tambahan karena pasir-pasir yang menempel ketika seawash akan membuat pengguna merasa tidak nyaman. Ketika sudah di soak/wash, tidak disarankan untuk disetrika karena akan menghilangkan creases yang sudah muncul ketika dipakai.
2.8. Pandangan Remaja terhadap Raw Denim
          Pada saat ini, raw denim menjadi salah satu bahan yang penting dalam industri pembuatan celana jeans karena remaja masa kini, khususnya laki-laki sudah mulai mengenal dan mengetahui raw denim. Pada survei yang telah dibuat, sebanyak 53,6% remaja di SMP Labbschool Jakarta mengetahui raw denim. Sedangkan sebanyak 30,9% remaja telah menggunakan raw denim. Angka tersebut dapat dibilang cukup tinggi mengingat konsumen raw denim pada masa kini kebanyakan berasal dari kaum laki-laki. Hal ini dikarenakan tekstur raw denim yang berbeda dibandingkan dengan denim biasa. Tekstur raw denim yang kasar dan kaku dianggap tidak nyaman oleh kaum perempuan sehingga kebanyakan penggunanya adalah kaum laki-laki. Dari hasil survei tersebut, dapat diketahui bahwa raw denim pada saat ini tidak hanya sebuah bahan, melainkan sebuah pandangan gaya hidup masa kini.


Raw Denim Sebagai Pandangan Gaya Hidup Masa Kini Bab 1



BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
          Pada awalnya, denim merupakan bahan yang digunakan untuk celana jeans yang digunakan oleh angkatan laut Italia karena bahannya yang memungkinkan digunakan dalam keadaan basah atau kering. Selain itu, bahan denim tidak mudah sobek dan awet. Istilah denim berasal dari sebuah  kota di Prancis yaitu Serge de Nimes yang kemudian disingkat menjadi de nime atau denim. Sedangkan istilah jeans berasal dari Bahasa Italia “Genoese” yang berarti pelaut dari Italia yang memakai pakaian biru. Pakaian biru itulah yang sampai saat ini disebut celana jeans.
          Celana jeans mulai diproduksi untuk umum pada tahun 1800 di Genoa, Italia. Pada saat itu, celana dengan bahan denim ini mulai disukai masyarakat Genoa dan akhirnya menyebar hingga ke masyarakat Prancis. Pada abad 18 akhir, celana jeans memasuki Amerika dan mulai menjadi tren ketika Levi Strauss dan temannya, Jacob Davis, memperkenalkannya kepada pekerja tambang di Amerika Serikat. Denim adalah suatu bahan pembuatan celana jeans yang terbuat dari kain katun twill. Pada masa kini, para remaja mulai menyukai tren dari celana jeans, terutama yang terbuat dari raw denim. Celana jeans

yang terbuat dari raw denim memiliki arti tersendiri bagi pecinta jeans. Hal ini dikarenakan raw denim memiliki kualitas fading (memudar) yang lebih baik dibandingkan dengan celana jeans yang terbuat dari bahan denim biasa. Raw denim adalah suatu bahan pembuatan celana jeans yang ketika sudah selesai diproduksi maka langsung dijual tanpa dilakukannya pencucian. Raw denim jika dilihat dan dirasakan maka warnanya terlihat lebih gelap dan teksturnya lebih keras/ kaku. Seiring dengan berkembangnya zaman, sekarang sudah ada berbagai macam celana jeans. Di Indonesia, raw denim sudah mulai terkenal meskipun belum sepopuler denim biasa. Produsen raw denim di Indonesia juga sudah cukup banyak dan bermacam-macam.
          Celana jeans dengan bahan raw denim bisa ditemui di tempat-tempat seperti The Goods Dept , stockroom, dan toko-toko tertentu. Saat ini, kebanyakan para pecinta denim membelinya secara online di website resmi suatu produk. Produk-produk lokal yang saat ini diakui kualitasnya baik dari dalam negeri maupun luar negeri yaitu Sage, Oldblue Co , elhaus, aye denim, dan lain-lain. Produk ini dinilai dari kualitas bahannya, hasil yang dapat ditimbulkan seperti fading, honeycombs, dan whiskers juga dilihat dalam penilaian produk-produk tersebut. Di masa kini, celana raw denim dipakai sebagai gaya hidup dan tren terkini. Celana raw denim ini cocok jika dipakai bersamaan dengan sepatu kulit. Maka tak heran, saat ini, beberapa produk seperti Oldblue Co. melakukan kolaborasi dengan salah satu produsen sepatu kulit terkenal di Indonesia agar dapat menemukan fit yang pas jika dipasangkan dengan sepatu kulit. Belum lama ini, diselenggarakan acara yang wajib didatangi bagi para pecinta denim, yaitu Wall of Fades. Disini, para pecinta denim dapat melihat ataupun membeli berbagai jenis jeans dari berbagai produk. Di dalam acara ini, juga terdapat seminar untuk melihat dan mengenal raw denim lebih dekat. Terdapat juga seminar tentang cara memadukan pakaian dengan raw denim agar terlihat cocok dan bagus jika dipakai. Berbagai narasumber juga turut diundang dalam acara ini. Tak hanya jeans, di acara Wall of Fades juga terdapat produk-produk yang menjual dompet-dompet, sabuk, gelang kulit dan berbagai macam produk kulit lainnya. Dari acara Wall of Fades ini, para pecinta denim merasa dihargai dan diakui oleh masyarakat awam. Masyarakat awam pun juga dapat turut serta jika ingin mengenal raw denim lebih lanjut.
1.2. Perumusan Masalah
Dalam karya tulis ini, penulis akan menjawab dan menjelaskan berbagai pertanyaan, yaitu:
1. Apa itu raw denim?
2. Dimana celana jeans pertama kali dibuat?
3. Bagaimana perkembangan denim hingga terkenal sampai saat ini?
4. Siapa yang pertama kali membuat celana jeans?
5. Apa hasil dari pemakaian raw denim secara teratur?
6. Apa perbedaan denim biasa dengan raw denim?
7. Bagaimana cara merawat raw denim yang baik dan benar?
1.3. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut:
1. Memberi penjelasan dan pengetahuan mengenai raw denim.
2. Menjelaskan contoh-contoh hasil dari pemakaian raw denim.
3. Memberikan tips merawat raw denim yang baik dan benar.
4. Menjelaskan perbedaan raw denim dengan denim biasa.
5. Menjelaskan bagian-bagian dari celana jeans.
6. Memberi informasi mengenai sejarah jeans lebih lanjut.
7. Sebagai salah satu profil lulusan siswa SMP Labschool Jakarta.
1.4. Pembatasan Masalah
Pada karya tulis ini, masalah yang akan dibahas dibatasi pada 3 topik, yaitu hasil pemakaian raw denim, sejarah denim, dan aksesoris pelengkap denim.
1.5. Teknik Pengumpulan Data

Metode penelitian yang digunakan di dalam karya tulis ini adalah metode kualitatif. Sebagian besar materi yang terdapat dalam Karya Tulis ini diambil dari internet serta berdasarkan pengamatan penulis.

Selasa, 10 Januari 2017

Liburan Tahun Baru



          Pada liburan akhir semester 1, saya dan keluarga pergi ke suatu hotel di Jakarta, tepatnya di daerah Jakarta Pusat untuk melihat dan mengikuti Car Free Night pada malam perayaan tahun baru 2017. Kami mulai menginap di hotel sejak hari Jumat, tanggal 30 Desember 2016 pukul 15.30 sampai 1 Januari 2017 pukul 10.30. Disana kami pergi ke beberapa tempat.
          Pada hari pertama tanggal 30 Januari 2016, kami sampai di hotel pukul 15.30. Kami segera check-in terlebih dahulu sebelum diperbolehkan masuk ke kamar. Kamar yang kami tempati yaitu Kamar 310. Setelah diperbolehkan masuk ke kamar, kami langsung beres-beres dan merapikan barang bawaan yang kami bawa. Setelah itu, kami Shalat Ashar terlebih dahulu kemudian beristirahat sebentar. Setelah itu, kami pergi ke luar untuk membeli makanan-makanan untuk dimakan di kamar. Kami juga membeli berbagai buah-buahan. Malamnya kami hanya tinggal di kamar karena sudah lelah setelah membeli makanan.

          Keesokan harinya, kami pergi ke Ancol tetapi karena ramai, kami membatalkannya jadi lebih memilih untuk jalan-jalan di depan hotel karena terdapat banyak makanan dan tempat-tempat yang bisa dipakai untuk beristirahat ketika sudah lelah pada malam perayaan tahun baru. Pada pukul 18.30, sebelum kami jalan-jalan di depan hotel, kami memutuskan untuk nonton film di bioskop yang kebetulan terletak di seberang hotel yang kami tempati. Kami menonton film komedi berjudul “The Railroad Tigers”. Film tersebut sangat menghibur karena aksi konyolnya. Setelah itu, kami jalan di depan hotel dan makan di depan hotel. Ternyata, lokasi Car Free Night dipindah dari awalnya yang berada di depan hotel menjadi di Ancol. Meskipun menyesal, kami tetap menikmati 3 hari di dalam hotel tersebut.

RESOLUSI TAHUN 2017

Kali ini, saya akan memberikan resolusi saya di tahun 2017. Tentunya saya berharap semua resolusi yang saya buat dapat terwujudkan. Berikut resolusi saya di tahun 2017:

1. Lulus pada sidang Kartul kelas 8 dengan nilai yang memuaskan
2. Naik kelas 9 dengan nilai maksimal
3. Sukses pada pementasan drama kelas 8
4. Mendapat juara dalam setiap kompetisi basket
5. Juara 1 Inlabs 2017 bersama teman-teman yang lain
6. Membanggakan SMP Labschool Jakarta

Selasa, 29 November 2016

PENSI VETRICIA ANGKATAN 24

Hari Sabtu minggu kemarin, Angkatan 24 Vetricia mengadakan pentas seni yang berlangsung dari pukul 08.00-17.00. Acara pentas seni ini dimeriahkan oleh berbagai penampilan dari siswa-siswi SMP Labschool Jakarta kelas 7,8 bahkan kelas 9 juga turut memeriahkan pentas seni angkatan 24 ini. Penampilan yang ditampilkan antara lain zelofus, tari saman, band, sulap, drama, dan lain-lain. Ada juga penampilan DJ dari siswi SMP Labschool Kebayoran. Pensi ini bisa dibilang sukses karena acaranya meriah dan mengasyikkan.Berbagai persiapan Pensi sudah disiapkan dan direncanakan hingga satu bulan sebelum acara pensi. Hal ini karena acara pentas seni ini tentunya membutuhkan budget yang cukup besar. Karena itulah kita harus mencari sponsor dari berbagai perusahaan. Pemilihan panitia pensi juga dilakukan lama sebelum pensi diadakan. Pemilihan ini melalui pengajuan diri secara sukarela. Ada berbagai seksi yang bisa dipilih, antara lain keamanan,perlengkapan,dekorasi, acara, dan lain-lain. Setelah pemilihan panitia pensi, ada audisi untuk menentukan penampil yang akan pentas di pensi 24. Audisi ini juga dinilai oleh para juri dari SMP Labschool Jakarta. Pada hari sebelum pensi, panggung dihias oleh tim dari seksi dekorasi. Panggung ini dihias hingga malam hari. Ketika hari h pensi, diadakan briefing lanjutan mengenai proses berjalannya acara pensi. Berbagai seksi telah siap di posisinya masing-masing, contohnya seksi perlengkapan yang harus siap di samping panggung untuk membantu menyiapkan alat untuk pentas. Acara dimulai oleh kata-kata dari Bapak Asdi Wiharto selaku Kepala SMP Labschool Jakarta. Selanjutnya yaitu pemukulan gong oleh Pak Asdi sebagai tanda dimulainya pensi Vetricia. Angkatan 24 juga turut serta dalam acara pensi ini, yaitu dalam flashmob. Setelah itu, ada berbagai acara yang menghibur, khususnya dari zelofus dan DJ. Kedua acara ini adalah yang paling dinanti-nanti oleh siswa-siswi SMP Labschool Jakarta karena kedua acara ini seru. Di akhir acara, para guru ikut turut serta memeriahkan pensi vetricia ini dengan penampilan band. Di penutup acara, ada penampilan spesial dari band Far Eastern. Setelah itu, acara ditutup dengan perasaan bangga, bahagia, dan senang.

Selasa, 25 Oktober 2016

INVITA 2016

INVITA 2016
         
Perkenalkan, nama saya Rayhan Zamzam dari kelas 8A. Kali ini saya akan menceritakan tentang pengalaman saya ketika mengikuti INVITA 2016. INVITA ( Industri Visit dan Tafakur Alam) adalah kegiatan yang diperuntukkan kepada siswa-siswi kelas 8 SMP Labschool Jakarta. Kegiatan ini tiap tahun rutin dilaksanakan. Kegiatan INVITA berlangsung di Kota Solo dan Yogyakarta dan berlangsung selama 4 hari. Perjalanan menuju Yogyakarta dan ke Jakarta menggunakan kereta api. INVITA 2016 berlangsung pada tanggal 19-23 Oktober 2016.
Pada hari Rabu, 19 Oktober, siswa-siswi kelas 8 SMP Labschool Jakarta berkumpul di Pintu Utara Stasiun Gambir pada pukul 17.30. Kemudian, siswa-siswi kelas 8 SMP Labschool Jakarta melaksanakan Sholat Maghrib berjama’ah di mushola stasiun. Kemudian, mereka berkumpul sembari menunggu siswa-siswi yang lain di dalam stasiun. Setelah semuanya dipastikan sudah hadir, peserta INVITA 2016 kemudian diberi tiket oleh wali kelasnya masing-masing. Pada pukul 19.00, peserta INVITA 2016 naik menuju peron kereta Argo Lawu yang berangkat pukul 20.00. Setelah semuanya sudah berada di kereta, mereka diberi makan malam dan makanan ringan. Perjalanan dari Stasiun Gambir menuju Stasiun Tugu Yogyakarta memakan waktu kurang lebih 8 jam 30 menit. Untuk mengurangi kebosanan saat berada di kereta, peserta INVITA bisa bermain HP, mengunjungi teman lain, dan lain sebagainya. Setelah peserta INVITA 2016 sampai di Stasiun Tugu Yogyakarta, mereka dijemput menggunakan bus yang sudah siap menunggu di stasiun.
Perjalanan pertama di Yogyakarta yaitu menuju Rumah Makan Tamansari untuk ganti baju, mandi dan sarapan pagi. Setelah itu, peserta INVITA pergi menuju Sabila Farm, perkebunan buah naga yang cukup luas. Disana, para peserta diberikan penjelasan tentang tanaman buah naga, sirsak dan lain-lain. Peserta juga diperbolehkan untuk mencoba berbagai produk hasil dari buah naga, seperti es krim buah naga dan pudding buah naga. Setelah berkunjung ke Sabila Farm, peserta INVITA 2016 pergi ke salah satu pabrik tekstil yang memproduksi pakaian tentara dari berbagai negara, yaitu PT. Sritex. Disana kita dapat melihat berbagai koleksi pakaian tentara dari negara lain, seperti Malaysia, Timor Leste, dan lain-lain. Kita juga menonton sejarah PT. Sritex dari jaman dahulu hingga sukses seperti sekarang. Disana juga terdapat showroom untuk membeli berbagai barang hasil produksi Sritex seperti topi, tas kecil, baju dan celana. Karena perjalanan dari PT. Sritex ke hotel yang kita tinggali cukup lama, maka kita pergi ke Masjid untuk sholat terlebih dahulu. Setelah itu, kita kembali ke Hotel Cavinton untuk istirahat.
Di hari kedua INVITA 2016, peserta INVITA diajak ke Keraton Yogyakarta dengan menggunakan shuttle dari keraton. Disana kita mengelilingi setiap ruangan yang ada, salah satumya adalah ruang yang berisi lukisan yang konon mata di lukisannya dapat mengikuti orang yang melihatnya. Setelah melihat keraton, peserta singgah di Masjid Agung Bantul untuk melaksanakan Sholat Jumat dan dzuhur. Kemudian, peserta pergi ke Desa Wisata Batik Giriloyo untuk belajar membatik. Hasil dari membatik ini nantinya akan dikembalikan kepada peserta. Ketika acara belajar membatik telah usai, peserta INVITA pergi ke salah satu tempat favorit di Yogyakarta, yaitu Pantai Parangtritis. Disana, para peserta dapat bermain ATV, berfoto-foto, atau sekedar melihat pemandangan pantai yang indah. Setelah puas di Pantai, peserta pergi ke salah satu tempat produksi kaus khas Yogyakarta, yaitu Jogja T-Shirt. Barulah kemudian peseta kembali  ke hotel untuk istirahat.

Di hari terakhir INVITA 2016, peserta melanjutkan perjalanan menuju lereng gunung merapi untuk Lava Tour menggunakan jip yang sudah disewakan. Lava Tour ini sangat seru karena jalan yang ditempuh bergelombang sehingga membuat adrenalin menjadi terpacu. Kita juga singgah di salah satu rumah seorang mantan lurah yang rumahnya hancur terkena abu vulkanik ketika dulu. Disana terdapat bangkai 2 motor yang sudah hangus terbakar. Setelah itu, kita bergi ke bunker Kaliurang. Di tempat ini adalah tempat yang cocok untuk berfoto, karena latar belakangnya yaitu Gunung Merapi dan perbukitan. Setelah itu, peserta singgah di Rumah Makan Orang Utan untuk mengisi tenaga. Sebelum kembali ke Stasiun Tugu Yogyakarta, peserta INVITA mengunjungi salah satu dari 7 keajaiban dunia, yaitu Candi Borobudur. Setelah itu, peserta mengunjungi tempat oleh-oleh bakpia dan makanan khas Yogyakarta lainnya. Setelah itu, peserta kembali ke Stasiun Tugu Yogyakarta untuk pulang kembali ke Jakarta menggunakan kereta api Taksaka Malam. Pada pukul 04.00, peserta INVITA 2016 sampai di Stasiun Gambir dengan selamat. Perjalanan ini tentunya sangat berkesan bagi setiap siswa-siswi kelas 8 SMP Labschool Jakarta. Dengan perjalanan ini, para siswa dapat mengetahui berbagai tempat yang menarik selain di Jakarta.

Selasa, 27 September 2016

Daftar Alamat Blog 8A


95@GMAIL.COM
akmallabs.blogspot.com
joghinanda.blogspot.com
rania.aryono.blogspot.com
aruni.syarafina.blogspot.com
zrgravity.blogspot.com
berlianank.blogspot.com
faizibelva.blogspot.com
fayrahmaaa.blogspot.com
ghivandhazz.blogspot.com
haikalganz.blogspot.com
hervirakusumadewi.blogspot.com
pandudarmawan.blogspot.com
irzalabs.blogspot.com
joghinanda.blogspot.com
khaira-melody.blogspot.com
randomthoughtstwopointo.blogspot.com
aditya1502.blogspot.com
sactyrex.blogspot.com
regitashakila.blogspot.com
duckdak.blogspot.com
nadiaazzharaa.blogspot.com
 
nisa-fayyaza.blogspot.com
yunnarin.blogspot.com
raniaanya.blogspot.com
rayhanzamzam25.blogspot.com
regitashakila.blogspot.com
reyenadika.blogspot.com
 
rionaadani.blogspot.com
salsabilaindrya.blogspot.com
shabrinamln.blogspot.com
shafirarahmania.blogspot.com
boundz.blogspot.com
zoraidasblog.blogspot.com

Selasa, 23 Agustus 2016

PEDOMAN KARTUL KELAS 8 SMP LABSCHOOL JAKARTA

1. PENDAHULUAN
Karya Tulis Ilmiah adalah karya ilmiah yang disusun menurut kaidah keilmuan dan ditulis berdasarkan kaidah Bahasa Indonesia, dibawah pengawasan atau pengarahan guru pembimbing. Kegiatan penuisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) di SMP Labschool Jakarta merupakan salah satu syarat pemenuhan profil lulusaDengan kegiatan ini, siswa diharapkan memiliki pengalaman menulis ilmiah secara sederhana, berpikir runtut, dan memiliki keberanian menyampaikan pendapatnya melalui kegiatan presentasi di akhir kegiatan sebagai bentuk dari aktualisasi dari apa yang telah dikerjakannya.

Pedoman ini disusun oleh Tim Penyusun Pedoman Penulisan KTI  SMP Labschool Jakarta. Pedoman inni diterbitkan dengan tujuan memberikan tuntunan kepada siswa agar dapat dengan mudah mengikuti tahap demi tahap dalam menyesuaikan penulisan KTI sesuai dengan ketentuan yang ada pada buku panduan ini.

2. FORMAT KARYA TULIS ILMIAH
Pedoman Penulisan KTI ini dibagi dalam tiga bagian : (1) Awal; (2) Isi; (3) Akhir.
2.1 Bagian Awal
Bagian Awal Tugas AKhir terdiri atas:
a. Halaman Sampul
b. Halaman Pengesahan
c. Kata Pengantar/Ucapan Terima Kasih
d. Daftar isi
e. Daftar Tabel (Jika diperlukan)
f. Daftar Gambar (Jika diperlukan)
g. Daftar Lampiran (Jika diperlukan)

 
 


            2.1.1 Halaman Sampul
Sebagai halaman terdepan yang pertama terbaca dari KTI, Halaman Sampul harus dapat memberikan informasi singkat kepada pembaca tentang karya ilmiah tersebut yang berupa judul, identitas penulis, institusi, dan tahun pengesahan. Ketentuan mengenai penulisan Halaman Sampul dapat dilihat pada butir 3.4. Contoh Halaman Sampul dapat dilihat di Lampiran 1.

 
 


            2.1.2 Halaman Pengesahan
Halaman Pengesahan berfungsi untuk menjamin keabsahan karya ilmian atau pernyataan tentang penerimanya. Ketentuan mengenai penulisan Halaman Pengesahan dapat dilihat pada butir 3.5. Contoh Halaman Pengesahan dapat dilihat pada Lampiran 2.

 
 


            2.1.3 Kata Pengantar/Ucapan Terima Kasih
Halaman Kata Pengantar memuat pengantar singkat atas karya ilmiah. Halaman Ucapan Terima Kasih memuat ucapan terima kasih atau penghargaan kepada erbagai pihak yang telah membantu dalam penyusunan KTI. Sebaiknya, ucapan terima kasih atau pengharggan tersebut juga mencantumkan bantuan yang mereka berikan, misalnya bantuan dalam memperoleh masukan, data, sumber informasi, serta bantuan dalam penyelesaian KTI.

 
Ketentuan mengenai penulisan Kata Pengantar/Ucapan Terima Kasih dapat dilihat pada butir 3.6. Contoh Ucapan Terima Kasih dapat dilihat pada Lampiran 5.

 
 


            2.1.4 Daftar Isi
Daftar Isi memuat semua bagian tulisan beserta nomor halaman masing-masing, yang ditulis sama dengan isi yang bersangkutan. Ketentuan yang menyangkut penulisan Daftar Isi dapat dilihat pada butir 3.7. Contoh Daftar Isi dapat dilihat pada Lampiran 8

 
 


            2.1.5 Daftar Tabel, Gambar, dan Daftar Lain
Daftar Tabel, Gambar, dan Daftar Lain digunakan untuk memuat nama tabel, gambar, dan sebagainya yang ada dalam tugas akhir. Penulisan nama tabel, gambar, dan sebagainya menggunakan huruf kapital di kata awal (title case). Ketentuan yang menyangkut penulisan dapat dilihat pada butir 3.14.


2.2 Bagian Isi
Isi tugas akhir disampaikan dlam sejumlah bab. Pembagian bab dari pendahuluan sampai kesimpulan ditentukan sesuai kebutuhan, atau deengan peraturan yang terdapat pada butir 3.13.

2.3 Bagian Akhir
Bagian ini terdiri dari:
a. Daftar Referensi
b. Lampiran (jika ada)


 
 


2.3.1 Daftar Referensi
Daftar Referensi merupakan daftar bacaan yang menjadi sumber, atau referensi atau acuan dan dasar penulisan KTI. Daftar referensi ini dapat berisi buku,artikel jurnal, majalah atau surat kabar, wawancara, artikel internet, dan sebagainya. Dianjurkan agar 70% daftar referensi yang digunakan adalah buku yang berhubungan dengan tema KTI.

 
 


2.3.2 Lampiran
Lampiran meruopakan data atau pelengkap atau hasil olahan yang menunjang penulisan KTI, tetapi tidak dicantumkan di dalam isi KTI, karena akan mengganggu kesinambungan pembacaan. Lampiran yang perlu disertaka dikelompokkan menurut jenisnya, antara lain jadwal, table, daftar pertanyaan, gambar, graik, desain.


3. PENULISAN
Penampilan/Perwajahan merupakan faktor penting untuk mewujudkan KTI yang rapi dan seragam.

3.1 Kertas

 
Spesifikasi kertas yang digunakan:
a. Jenis            : HVS
b. Warna : Putih polos
c. Berat           : 80 gram
d. Ukuran : A4 (21,5 cm x 29,7 cm )

 
 


3.2 Pengetikan
Ketentuan pengetikan adalah sebagai berikut:
a. Pencetakan dilakukan pada satu sisi kertas (single side)
b. Posisi penempatan teks pada tepi kertas: - batas kiri  : 4 cm (termasuk 1 cm untuk penjilidan ) dari tepi kertas – batas bawah : 3 cm dari tepi kertas.
c. Setiap halaman pada naskah Tugas Akhir, mulai Abstrak sampai Daftar Referensi harus diberi “auto text” pada footer dengan tulisan SMP Labschool Jakarta (Times New Roman 10 poin cetak tebal ), ditulis pada posisi rata kanan (Align Right)
d. Huruf menggunakan jenis huruf Times New Roman 12 poin (ukuran tulisan sebenarnya) dan diketik rapi ( rata kiri kanan – instify ).
e. Pengetikan dilakukan dengan spasi granda (Lne spacing = double lines).
f. Huruf yang tercetak dari printer harus berwarna hitam pekat dan seragam.

 
 


3.3 Penomoran Halaman
Penomoran Halaman tidak diberi imbuhan apapun. Jenis nomor Halaman ada 2 macam, yaitu Angka Romawi Kecil dan Angka Latin.
3.3.1 Angka Romawi kecil
a. Digunakan untuk bagian awal tugas Akhir (LIHAT BUTIR 2.1), kecuali halaman sampul.
b. Letak tengah 2,5 cm dari tepi bawah kertas.
c. Khusus untuk halaman judul. Penomorannya tidak ditulis tetapi tetap diperhitungkan dalam daftar isi
3.3.2 Angka Latin
a. Digunakan untuk  bagian isi Tugas Akhir dan bagian akhir Tugas Akhir.
b. Letak : sudut kanan atas: 1,5 cm dari tepi atas kertas dan 3 cm dari tepi kanan kertas.
c. Khusus untuk halaman pertama setiap bab, penomorannya diletakkan di tengah, 2,5 cm dari tepi bawah kertas

 
 


3.4 Halaman Sampul
 Halaman sampul KTI, secara umum, mempunyai karakteristik sebagai berikut:
a. Halaman sampul KTI (hasil) terbuat dari karton tebal dilapisi kertas linen biru tua)
b. Semua huruf harus dicetak dengan tinta kuning emas dengan spasi tunggal (line spacing= single) dan ukuran harus sesuai dengan contoh di lampiran 1.
c. Ketentuan halaman sampul:
-Diketik simetris di tengah (center)
-Judul tidak diperkenankan menggunakan singkatan. Kecuali nama atau istilah contoh : PT,UD, CV dan tidak disusun dalam kalimat tanya serta tidak perlu ditutup dengan tanda baca apapun.
Text Box: -
 Logo Labschool: Logo Labschool UNJ dengan diameter 2,5 cm dan dicetak dengan warna emas, Judul KTI, nama, NIP, SMP Labschool Jakarta, Yayasan Pembina Universitas Negeri Jakarta, Tempat Bulan & tahun disahkannya KTI dan dituliskan dalam angka dengan format 4 digit (contoh : Januari 2013)
- Informasi yang dicantumkan pada punggung halaman sampul adalah: Nama lengkap, dan NIP siswa, judul KTI, Tahun disahkannya KTL. Informasi yang dicantumkan seluruhnya menggunakan huruf besar, dengan jenis huruf Times New Roman 12 poin, dan ditulis di tengah punggung halaman sampul (center alignment)

 
 


3.5. Halaman Pengesahan
a. Halaman pengesahan KTI ditulis dengan spasi tunggal (line spacing= single), tipe Times New Roman 12 poin sesuai dengan contoh pada lampiran 5.

 
 


3.6 Kata Pengantar/ Ucapan Terima Kasih.
a. Halaman kata pengantar atau ucapan terima kasih, secara umum, adalah sebagai berikut :
b. Semua huruf ditulis dengan tipe Times New Roman 12 poin, spasi 1,5 (line spacing=1,5 lines) dan ukuran sesuai dengan contoh pada lampiran 5.
c. Jadul kata pengantar atau ucapan terimakasih ditulis dengan Times New Roman 12 poin, dicetak tebal dan huruf besar.
d. Urutan pihak pihak yang diberi ucapan terimakasih dimulai dari pihak luar, lalu keluarga atau teman.
e. Jarak antara judul dan isi kata pegantar/ ucapan terima kasih adalah 2x2 spasi

 
 


3.7. Daftar Isi
Halaman daftar isi secara umum adalah sebagai berikut:
a. Sesuai huruf ditulis dengan tipe Times New Roman 12 poin, spasi tunggal (line sparing = single).
b. Khusus untuk judul tiap bab ditulis dengan tipe time new roman 12 poin, dicetak tebal dan huruf besar (capital)
c. Contoh dafar isi dapat dilihat pada lampiran 8.
d. Jarak antara judul dengan isi dftar isi adalah 3 spasi

 
 


            3.8. Daftar Tabel, Daftar Gambar, dan Daftar Lain
Ketentuan penulisan Daftar Gambar Tugas Akhir secara umum adalah sebagai berikut:
a. Semua hufur ditulis dengan tipe Times New Roman 12 poin dalam spasi tunggal (line spacing = single)
b. Khusus untuk judul Daftar Gambar ditulis dengan  tipe Times New Roman 12 poin, dicetak tebal dan huruf besar (kapital)

 
 


3.9. Isi Tugas Akhir
Bagian tubuh/pokok memuat uraian/penjabaran yang dilakukan oleh penulis. Penjabaran mancakup tinjauan pustaka, metode penelitian, dan hasil serta pembahasannya. Sistematika yang dipakai dalam penulisan KTI adalah sebagai berikut:



1. PENDAHULUAN

 
 


1.1 Latar belakang
Latar belakang menjelaskan tentang pentingnya pembahasna maslah atau alas an yang mendorong penulis untuk memilih tema/topic yang sudah dipilih. Mungkin juga berisi tentang tulisan yang sudah ada sebelumnya.

 
 


1.2 Perumusan Masalah
Tujuan penulisan adalah menjelaskan pokok-pokok atau hal-hal yang akan dikerjakan untuk memecahkan masalah. Tujuan akan memberikan arah yang lebih jelas/focus pada permasalahan yang sedang dibahas. Memberikan gambaran tentang hasil-hasil yang akan dicapai.

 
 


1.3 Tujuan
 Tujuan penulisan adalah menjelaskan pokok-pokok atau hal-hal yang akan dikerjakan untuk memecahkan masalah. Tujuan akan memberikan arah yang lebih jelas/focus pada permasalahan yang sedang dibahas. Memberikan gambaran tentang hasil-hasil yang akan dicapai.

 
 


1.4 Ruang Lingkup/Pembatasan Masalah
Memeberikan batasan tentang maslah yang sedang dibahas. Masalah yang dibahs supaya tidak melebar ke masalah-maslah lain sehingga tidak focus pada masalah yang diajukan.

 
 


1.5 Teknik Pengumpulan Data
Pada bagian ini menjelaskan tentang cara memperoleh data yang digunakan untuk memperkuat alas an dalam pembahasan maslah.

           
2. PEMBAHASAN

 
 


            1. Landasan Teori
Memaparkan tentang topik yangdibahas sesuai dengan teori-teori yang mendukung topik yang sudah dipilih. Paparan minimal dapat menjawab pertanyaa: apa?, bagaimana?, dan untuk apa topik tersebut.

 
 


            2. Analisis Interprestasi Opini
Menjelaskan maslah yang sudah dipilih berdasarkan pendapat pribadi sesuai dengan kajian teori yang sudah dipaparkan sebelumnya. Memberikan interprestasi dan pendapat-pendapat sesuai dengan kajian teori dan data-data yang sudah didapatkan sebelumnya.

 
 


            3. Ilustrasi Tabel, Gambar, dll.
Yang tergolong gambar adalah gambar, grafik, dan diagram. Ketentuan pembuatan tabel dan gambar adalah sebagai berikut.
a.    Gambar. Grafik, dan Diagram diberi nama.
b.    Penulisan nama tabel, gambar, dan lainnya menggunakan huruf besar di awal kata (title case)
c.    Tabel dan gambar ditempatlan di antara bagian teks yang paling banyak membahasnya.

 
d.    Tabel dan gambar sealu simetris ditengah (center) terhadap halaman.
e.    Nomor tabel dan gambar harus menyertakan nomor bab tebel dan gambar tersebut berada. Misalnya tabel 1.1 berarti tabel yang ada di bab 1. Gambar diperlukan untuk memperjelas pembahasan dan memudahkan pembaca dalam memahami maksud dari penulis.




3. PENUTUP

            A. Kesimpulan

 
Menjelaskan tentang analisa dari bab pembahasan secara lebih singkat. Kesimpulan adalah merupakan jawaban dari pertanyaan yang dikemukakan pada bagian pendahuluan. Kesimpulan disampaikan secara berurutan sesuai dengan pembahasan.

 
 


            B. Saran-Saran

Berdasarkankesimpulan yang sisampaikan kemudian penulis menyampaikan saran-saran untuk perbaikan. Saran-sarah tersebut sebagai solusi untuk memecahkan masalah yang sedang dibahas.PEDOMAN KARTUL KELAS 8 SMP LABSCHOOL JAKARTA

1. PENDAHULUAN
Karya Tulis Ilmiah adalah karya ilmiah yang disusun menurut kaidah keilmuan dan ditulis berdasarkan kaidah Bahasa Indonesia, dibawah pengawasan atau pengarahan guru pembimbing. Kegiatan penuisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) di SMP Labschool Jakarta merupakan salah satu syarat pemenuhan profil lulusaDengan kegiatan ini, siswa diharapkan memiliki pengalaman menulis ilmiah secara sederhana, berpikir runtut, dan memiliki keberanian menyampaikan pendapatnya melalui kegiatan presentasi di akhir kegiatan sebagai bentuk dari aktualisasi dari apa yang telah dikerjakannya.

Pedoman ini disusun oleh Tim Penyusun Pedoman Penulisan KTI  SMP Labschool Jakarta. Pedoman inni diterbitkan dengan tujuan memberikan tuntunan kepada siswa agar dapat dengan mudah mengikuti tahap demi tahap dalam menyesuaikan penulisan KTI sesuai dengan ketentuan yang ada pada buku panduan ini.

2. FORMAT KARYA TULIS ILMIAH
Pedoman Penulisan KTI ini dibagi dalam tiga bagian : (1) Awal; (2) Isi; (3) Akhir.
2.1 Bagian Awal
Bagian Awal Tugas AKhir terdiri atas:
a. Halaman Sampul
b. Halaman Pengesahan
c. Kata Pengantar/Ucapan Terima Kasih
d. Daftar isi
e. Daftar Tabel (Jika diperlukan)
f. Daftar Gambar (Jika diperlukan)
g. Daftar Lampiran (Jika diperlukan)

 
 

            2.1.1 Halaman Sampul
Sebagai halaman terdepan yang pertama terbaca dari KTI, Halaman Sampul harus dapat memberikan informasi singkat kepada pembaca tentang karya ilmiah tersebut yang berupa judul, identitas penulis, institusi, dan tahun pengesahan. Ketentuan mengenai penulisan Halaman Sampul dapat dilihat pada butir 3.4. Contoh Halaman Sampul dapat dilihat di Lampiran 1.

 
 

            2.1.2 Halaman Pengesahan
Halaman Pengesahan berfungsi untuk menjamin keabsahan karya ilmian atau pernyataan tentang penerimanya. Ketentuan mengenai penulisan Halaman Pengesahan dapat dilihat pada butir 3.5. Contoh Halaman Pengesahan dapat dilihat pada Lampiran 2.

 
 

            2.1.3 Kata Pengantar/Ucapan Terima Kasih
Halaman Kata Pengantar memuat pengantar singkat atas karya ilmiah. Halaman Ucapan Terima Kasih memuat ucapan terima kasih atau penghargaan kepada erbagai pihak yang telah membantu dalam penyusunan KTI. Sebaiknya, ucapan terima kasih atau pengharggan tersebut juga mencantumkan bantuan yang mereka berikan, misalnya bantuan dalam memperoleh masukan, data, sumber informasi, serta bantuan dalam penyelesaian KTI.

 
Ketentuan mengenai penulisan Kata Pengantar/Ucapan Terima Kasih dapat dilihat pada butir 3.6. Contoh Ucapan Terima Kasih dapat dilihat pada Lampiran 5.

 
 

            2.1.4 Daftar Isi
Daftar Isi memuat semua bagian tulisan beserta nomor halaman masing-masing, yang ditulis sama dengan isi yang bersangkutan. Ketentuan yang menyangkut penulisan Daftar Isi dapat dilihat pada butir 3.7. Contoh Daftar Isi dapat dilihat pada Lampiran 8

 
 

            2.1.5 Daftar Tabel, Gambar, dan Daftar Lain
Daftar Tabel, Gambar, dan Daftar Lain digunakan untuk memuat nama tabel, gambar, dan sebagainya yang ada dalam tugas akhir. Penulisan nama tabel, gambar, dan sebagainya menggunakan huruf kapital di kata awal (title case). Ketentuan yang menyangkut penulisan dapat dilihat pada butir 3.14.


2.2 Bagian Isi
Isi tugas akhir disampaikan dlam sejumlah bab. Pembagian bab dari pendahuluan sampai kesimpulan ditentukan sesuai kebutuhan, atau deengan peraturan yang terdapat pada butir 3.13.

2.3 Bagian Akhir
Bagian ini terdiri dari:
a. Daftar Referensi
b. Lampiran (jika ada)


 
 

2.3.1 Daftar Referensi
Daftar Referensi merupakan daftar bacaan yang menjadi sumber, atau referensi atau acuan dan dasar penulisan KTI. Daftar referensi ini dapat berisi buku,artikel jurnal, majalah atau surat kabar, wawancara, artikel internet, dan sebagainya. Dianjurkan agar 70% daftar referensi yang digunakan adalah buku yang berhubungan dengan tema KTI.

 
 

2.3.2 Lampiran
Lampiran meruopakan data atau pelengkap atau hasil olahan yang menunjang penulisan KTI, tetapi tidak dicantumkan di dalam isi KTI, karena akan mengganggu kesinambungan pembacaan. Lampiran yang perlu disertaka dikelompokkan menurut jenisnya, antara lain jadwal, table, daftar pertanyaan, gambar, graik, desain.


3. PENULISAN
Penampilan/Perwajahan merupakan faktor penting untuk mewujudkan KTI yang rapi dan seragam.

3.1 Kertas

 
Spesifikasi kertas yang digunakan:
a. Jenis            : HVS
b. Warna : Putih polos
c. Berat           : 80 gram
d. Ukuran : A4 (21,5 cm x 29,7 cm )

 
 

3.2 Pengetikan
Ketentuan pengetikan adalah sebagai berikut:
a. Pencetakan dilakukan pada satu sisi kertas (single side)
b. Posisi penempatan teks pada tepi kertas: - batas kiri  : 4 cm (termasuk 1 cm untuk penjilidan ) dari tepi kertas – batas bawah : 3 cm dari tepi kertas.
c. Setiap halaman pada naskah Tugas Akhir, mulai Abstrak sampai Daftar Referensi harus diberi “auto text” pada footer dengan tulisan SMP Labschool Jakarta (Times New Roman 10 poin cetak tebal ), ditulis pada posisi rata kanan (Align Right)
d. Huruf menggunakan jenis huruf Times New Roman 12 poin (ukuran tulisan sebenarnya) dan diketik rapi ( rata kiri kanan – instify ).
e. Pengetikan dilakukan dengan spasi granda (Lne spacing = double lines).
f. Huruf yang tercetak dari printer harus berwarna hitam pekat dan seragam.

 
 

3.3 Penomoran Halaman
Penomoran Halaman tidak diberi imbuhan apapun. Jenis nomor Halaman ada 2 macam, yaitu Angka Romawi Kecil dan Angka Latin.
3.3.1 Angka Romawi kecil
a. Digunakan untuk bagian awal tugas Akhir (LIHAT BUTIR 2.1), kecuali halaman sampul.
b. Letak tengah 2,5 cm dari tepi bawah kertas.
c. Khusus untuk halaman judul. Penomorannya tidak ditulis tetapi tetap diperhitungkan dalam daftar isi
3.3.2 Angka Latin
a. Digunakan untuk  bagian isi Tugas Akhir dan bagian akhir Tugas Akhir.
b. Letak : sudut kanan atas: 1,5 cm dari tepi atas kertas dan 3 cm dari tepi kanan kertas.
c. Khusus untuk halaman pertama setiap bab, penomorannya diletakkan di tengah, 2,5 cm dari tepi bawah kertas

 
 

3.4 Halaman Sampul
 Halaman sampul KTI, secara umum, mempunyai karakteristik sebagai berikut:
a. Halaman sampul KTI (hasil) terbuat dari karton tebal dilapisi kertas linen biru tua)
b. Semua huruf harus dicetak dengan tinta kuning emas dengan spasi tunggal (line spacing= single) dan ukuran harus sesuai dengan contoh di lampiran 1.
c. Ketentuan halaman sampul:
-Diketik simetris di tengah (center)
-Judul tidak diperkenankan menggunakan singkatan. Kecuali nama atau istilah contoh : PT,UD, CV dan tidak disusun dalam kalimat tanya serta tidak perlu ditutup dengan tanda baca apapun.
Text Box: -
 Logo Labschool: Logo Labschool UNJ dengan diameter 2,5 cm dan dicetak dengan warna emas, Judul KTI, nama, NIP, SMP Labschool Jakarta, Yayasan Pembina Universitas Negeri Jakarta, Tempat Bulan & tahun disahkannya KTI dan dituliskan dalam angka dengan format 4 digit (contoh : Januari 2013)
- Informasi yang dicantumkan pada punggung halaman sampul adalah: Nama lengkap, dan NIP siswa, judul KTI, Tahun disahkannya KTL. Informasi yang dicantumkan seluruhnya menggunakan huruf besar, dengan jenis huruf Times New Roman 12 poin, dan ditulis di tengah punggung halaman sampul (center alignment)

 
 

3.5. Halaman Pengesahan
a. Halaman pengesahan KTI ditulis dengan spasi tunggal (line spacing= single), tipe Times New Roman 12 poin sesuai dengan contoh pada lampiran 5.

 
 

3.6 Kata Pengantar/ Ucapan Terima Kasih.
a. Halaman kata pengantar atau ucapan terima kasih, secara umum, adalah sebagai berikut :
b. Semua huruf ditulis dengan tipe Times New Roman 12 poin, spasi 1,5 (line spacing=1,5 lines) dan ukuran sesuai dengan contoh pada lampiran 5.
c. Jadul kata pengantar atau ucapan terimakasih ditulis dengan Times New Roman 12 poin, dicetak tebal dan huruf besar.
d. Urutan pihak pihak yang diberi ucapan terimakasih dimulai dari pihak luar, lalu keluarga atau teman.
e. Jarak antara judul dan isi kata pegantar/ ucapan terima kasih adalah 2x2 spasi

 
 

3.7. Daftar Isi
Halaman daftar isi secara umum adalah sebagai berikut:
a. Sesuai huruf ditulis dengan tipe Times New Roman 12 poin, spasi tunggal (line sparing = single).
b. Khusus untuk judul tiap bab ditulis dengan tipe time new roman 12 poin, dicetak tebal dan huruf besar (capital)
c. Contoh dafar isi dapat dilihat pada lampiran 8.
d. Jarak antara judul dengan isi dftar isi adalah 3 spasi

 
 

            3.8. Daftar Tabel, Daftar Gambar, dan Daftar Lain
Ketentuan penulisan Daftar Gambar Tugas Akhir secara umum adalah sebagai berikut:
a. Semua hufur ditulis dengan tipe Times New Roman 12 poin dalam spasi tunggal (line spacing = single)
b. Khusus untuk judul Daftar Gambar ditulis dengan  tipe Times New Roman 12 poin, dicetak tebal dan huruf besar (kapital)

 
 

3.9. Isi Tugas Akhir
Bagian tubuh/pokok memuat uraian/penjabaran yang dilakukan oleh penulis. Penjabaran mancakup tinjauan pustaka, metode penelitian, dan hasil serta pembahasannya. Sistematika yang dipakai dalam penulisan KTI adalah sebagai berikut:



1. PENDAHULUAN

 
 

1.1 Latar belakang
Latar belakang menjelaskan tentang pentingnya pembahasna maslah atau alas an yang mendorong penulis untuk memilih tema/topic yang sudah dipilih. Mungkin juga berisi tentang tulisan yang sudah ada sebelumnya.

 
 

1.2 Perumusan Masalah
Tujuan penulisan adalah menjelaskan pokok-pokok atau hal-hal yang akan dikerjakan untuk memecahkan masalah. Tujuan akan memberikan arah yang lebih jelas/focus pada permasalahan yang sedang dibahas. Memberikan gambaran tentang hasil-hasil yang akan dicapai.

 
 

1.3 Tujuan
 Tujuan penulisan adalah menjelaskan pokok-pokok atau hal-hal yang akan dikerjakan untuk memecahkan masalah. Tujuan akan memberikan arah yang lebih jelas/focus pada permasalahan yang sedang dibahas. Memberikan gambaran tentang hasil-hasil yang akan dicapai.

 
 

1.4 Ruang Lingkup/Pembatasan Masalah
Memeberikan batasan tentang maslah yang sedang dibahas. Masalah yang dibahs supaya tidak melebar ke masalah-maslah lain sehingga tidak focus pada masalah yang diajukan.

 
 

1.5 Teknik Pengumpulan Data
Pada bagian ini menjelaskan tentang cara memperoleh data yang digunakan untuk memperkuat alas an dalam pembahasan maslah.

           
2. PEMBAHASAN

 
 

            1. Landasan Teori
Memaparkan tentang topik yangdibahas sesuai dengan teori-teori yang mendukung topik yang sudah dipilih. Paparan minimal dapat menjawab pertanyaa: apa?, bagaimana?, dan untuk apa topik tersebut.

 
 

            2. Analisis Interprestasi Opini
Menjelaskan maslah yang sudah dipilih berdasarkan pendapat pribadi sesuai dengan kajian teori yang sudah dipaparkan sebelumnya. Memberikan interprestasi dan pendapat-pendapat sesuai dengan kajian teori dan data-data yang sudah didapatkan sebelumnya.

 
 

            3. Ilustrasi Tabel, Gambar, dll.
Yang tergolong gambar adalah gambar, grafik, dan diagram. Ketentuan pembuatan tabel dan gambar adalah sebagai berikut.
a.    Gambar. Grafik, dan Diagram diberi nama.
b.    Penulisan nama tabel, gambar, dan lainnya menggunakan huruf besar di awal kata (title case)
c.    Tabel dan gambar ditempatlan di antara bagian teks yang paling banyak membahasnya.

 
d.    Tabel dan gambar sealu simetris ditengah (center) terhadap halaman.
e.    Nomor tabel dan gambar harus menyertakan nomor bab tebel dan gambar tersebut berada. Misalnya tabel 1.1 berarti tabel yang ada di bab 1. Gambar diperlukan untuk memperjelas pembahasan dan memudahkan pembaca dalam memahami maksud dari penulis.




3. PENUTUP

            A. Kesimpulan

 
Menjelaskan tentang analisa dari bab pembahasan secara lebih singkat. Kesimpulan adalah merupakan jawaban dari pertanyaan yang dikemukakan pada bagian pendahuluan. Kesimpulan disampaikan secara berurutan sesuai dengan pembahasan.

 
 

            B. Saran-Saran
Berdasarkankesimpulan yang sisampaikan kemudian penulis menyampaikan saran-saran untuk perbaikan. Saran-sarah tersebut sebagai solusi untuk memecahkan masalah yang sedang dibahas.